Run Text

Home » » Dengan Film Innocence of Muslims, AS Jangan Buat Perang Agama, Sutradaranya Harus Mati

Dengan Film Innocence of Muslims, AS Jangan Buat Perang Agama, Sutradaranya Harus Mati


Medan-ORBIT: Peredaran Film Anti-Islam ‘Innocence of Muslims’ di jejaring media online Youtube membuat umat muslim sedunia marah.
Gara-gara film tersebut, kawasan Timur Tengah kini bergolak. Kantor Kedutaan Amerika Serikat (AS) diserang hingga menewaskan Duta Besar (Dubes).
Informasi dihimpun Harian Orbit Jumat (14/9), beredarnya film yang menghina agama Islam khususnya Nabi Muhammad Saw, The Innocence of Muslim di Youtube mengundang banyak kecaman. Film ini dinilai Sekjen PBB,  Ban Ki Moon adalah film penuh kebencian.
“Ban benar-benar merasa miris dengan merebaknya aksi anti AS di Libya dan Timur Tengah yang disebabkan oleh film ini,” ujar juru bicara PBB, Vannina Maestracci, seperti yang dilansir dari AFP.
Film itu menyebabkan pembunuhan dan penyerangan. Jadi Ban Ki Moon sangat mengutuk film yang nampaknya memang dibuat untuk menyebabkan pertumpahan darah.
Adegan di film ‘Innocence of Muslims’, menggambarkan perbuatan Nabi Muhammad SAW yang sering melakukan tindak kekerasan dan melakukan sex dengan wanita yang bukan pasangannya.
Menyikapi beredarnya video tersebut, Ketua Bidang Perguruan Tinggi Kemahasiswaan dan Pemuda (PTKP) Himpunan Mahasiswa Islam (HMI) Cabang Medan Habibi, menyayangkan penghinaan yang dilakukan AS.
“Kita menganggap ini adalah bentuk konspirasi dari Yahudi-AS untuk melemahkan Islam/ Kita juga akan meminta Dewan HAM PBB untuk tegas menindak,” ujar Habibi, Jumat (14/9).
Habibi juga mengatakan, HMI Cabang Medan siap melakukan aksi protes meminta pertanggungjawaban Konjen AS di Medan.
Sebab, tersebarnya video tersebut dapat memicu terjadinya perang agama di seluruh dunia.
“Kita tidak ingin kejadian ini memicu benih perang agama,” terang Habibi kepada Harian Orbit.
Sedangkan Menteri Koordinator Politik, Hukum, dan Keamanan, Djoko Suyanto juga meminta pihak Kemenkominfo untuk segera mengambil tindakan terkait video tersebut.
Hal tersebut dilakukan oleh pemerintah untuk menjaga ketenangan dalam hubungan masyarakat beragama di Indonesia.
Sementara itu, Kementrian Komunikasi dan Informasi (Kemenkominfo), Gatot Dewabrata mengatakan pihaknya telah memblokir film tersebut.
                      
Harus Mati
Sementara 200 pendemo yang tergabung dalam Hizbut Tahrir Indonesia Jawa Barat (HTI Jabar), menggelar aksi di depan gedung sate Bandung. Mereka mengutuk keras pembuatan Film ‘Innocence of Muslims’ karya Sam Bacile.
“Siapapun penghina Islam dan Rasulullah Muhammad harus mati. Pembuat film itu pantas dihukum mati,” ungkap Humas HTI Jabar Luthfi Afandi kepada wartawan di sela aksinya.
Untuk kesekian kalinya Nabi Muhammad dihina dan dilecehkan oleh orang yang tidak bertanggung jawab. Setiap penghinaan yang dilakukan oleh para penghina Islam dan Muhammad berdalih membuat film sebagai bagian kebebasan berkreasi dan berekspresi.
“Apa faktanya, jika kebebasan itu untuk mendiskreditkan dan melecehkan Islam dan Muhammad,” ucapnya.
Sam Bacile yang membuat film tersebut dan  sutradara merupakan warga California, Amerika Serikat. Sam disebut-sebut keturunan Yahudi Israel.
“Kami mengutuk pembuat dan penyebarluasan film itu. Juga mengutuk pemerintah Amerika yang membiarkan film itu dibuat dan disebarluaskan kepada publik,” kata Luthfi.
          
Bertentangan dengan Kaidah
Ekses beredarnyafilm yang menghina Rasulullah itu, duta besar Amerika Serikat untuk Libya, John Christopher Stevens tewas akibat serangan demonstran di Kantor Konsulat Amerika Serikat di Benghazi, Libya, baru-batu ini.
Dia ada di dalam kantor itu saat serangan roket, granat, dan pembakaran dilancarkan para demonstran yang marah akibat beredarnya film ‘Innocence of Muslims’.
Innocence of Muslims, film parodi berdurasi kurang lebih 20 menit secara garis besar menggambarkan sosok Nabi Besar Muhammad SAW secara fisik, lengkap dengan dialog-dialog langsung, interaksinya, dan berbagai hal lain yang tidak patut dipublikasikan.
Di balik pembuatan Innocence of Muslims itu, disebut-sebut nama seorang imam agama tertentu asal Florida, Terry Jones, yang dianggap menjadi promotornya.
Dia seorang fundamentalis dari agama itu, dan sempat terlibat dalam pembakaran Kitab Suci Al Quran di Florida, dan dinyatakan bersalah oleh pengadilan setempat atas aksinya itu.
Dalam ajaran Islam, melukiskan sosok fisik Nabi Besar Muhammad SAW saja sudah satu hal yang diharamkan apalagi jika memberi imaji-imaji yang bertentangan dengan kaidah dan dogma agama wahyu itu.
Film menghina Nabi Muhammad itu akhirnya memicu kemarahan umat Islam di mana-mana di dunia ini. Allahuakbar, setiap penghina Rasulullah Saw harus mati, teriak umat Islam di seluruh dunia. Om-34
Foto No.3: Aksi demonstran membakar bendera Amerika Serikat sehubungan beredarnya film menghina Rasulullah Saw. Sang sutradara Sam Bacile (inzet).


Jika Anda menyukai Artikel di blog ini, Silahkan klik disini untuk berlangganan gratis via email, dengan begitu Anda akan mendapat kiriman artikel setiap ada artikel yang terbit di Creating Website

0 komentar:

Poskan Komentar

Fashion Shop

 
Support : Creating Website | Johny Template | Mas Template
Copyright © 2011. Habibi Fusuy - All Rights Reserved
Template Modify by Creating Website
Proudly powered by Blogger